Skip to main content

Posts

Sabarlah, tidak boleh mengeluh

Sabar adalah kekuatan yang lahir dari kebesaran hati. kekuatan untuk mampu bertahan atas segala cobaan, atas segala hinaan dan cercaan, serta atas segala musibah dan kesulitan hidup. Sabar adalah keberanian diri untuk belajar menerima apapun yang terjadi dengan lapang. Sebab, tidak akan pernah disebut sabar jika seseorang terus menolak atau menghelak berdiri bersama permasalahan yang tidak menyenangkan dihatinya. Sabar sarat dengan makna menahan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa gundah dan marah, serta menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan itu dalam berbagai bentuk yang seakan menandai sebuah proses. 
Recent posts

Senyum bukan berarti menyerah

Senyuman dalam konteks ini bukanlah berarti pertanda bahwa mereka sudah frustasi, sehingga merasa tidak ada jalan untuk melanjutkan hidup. Mereka tersenyum bukan juga memandang remeh apa yang mereka alami. Senyuman itu terjadi karena mereka mengetahui bahwa apa yang mereka alami bukan akhir dari sebuah cerita yang sebenarnya. Apa yang mereka alami merupakan bagian dari "jembatan penyeberangan" menuju kehidupan yang sebenarnya., menuju kesejatian. Senyuman mereka dengan wajah ceria dari diri mereka adalah wujud dari tingginya keyakinan bahwa setelah gelapnya malam ada mentari pagi yang menerangi dunia. Dibalik kedalaman laut yang sarat dengan terjangan ombak, ada jutaan mutiara. Mereka yakin dibalik ujian hidup yang mereka jalani ada sekuntum kebahagiaan yang telah menanti. Pikiran - pikiran ini ditambah dengan keyakinan yang kuat kemudian menjadikan mereka pribadi - pribadi yang sabar. Oleh karenanya, atas dasar kesabaran yang mereka tunjukkan saat menghadapi musibah, Allah S...

Jalani ujian hidup dengan senyuman

Pernahkah kita berpikir bahwa musibah itu adalah ladang kebaikan? Pernahkah kita berpikir bahwa musibah adalah arena kita untuk semakin dekat dengan Allah SWT? Pernahkah kita berpikir bahwa musibah adalah pintu kita untuk menghapus kesalahan dan dosa - dosa kita? Pernahkah kita berpikir bahwa ujian dan nusibah adalah kasih sayang Allah SWT dalam bentuk yang lain? Pertanyaan - pertanyaan ini patut untuk menjadi bahan renungan bersama atau menjadi bahan evaluasi diri. Sehingga kita mampu menerjemahkan yang kita alami dengan proses berpikir yang matang. Sekilas, kita berpikir apa yang menimpa kita memang terasa begitu pahit. Musibah yang kita alami betul - betul sudah merontokkan kita, sudah membuat kita kembali ke nol, dan seakan kita sudah hopeless.  Bukankah tidak sedikit orang yang akhirnya putus asa bahkan hingga mencari jalan pintas dengan cara bunuh diri karena tidak kuasa menahan kesedihan dan duka yang datang bertubi- tubi, atau karena sudah merasa tidak ada tempat pelarian l...

Tujuan sebuah musibah

Dasar utama daripada kehendak Allah SWT melalui pintu ujian atau musibah yang diberikan-Nya tentu bervariasi. Antara satu individu dengan individu lainnya sangat mungkin berbeda - beda, karena ia ditakar dengan kemapuan hamba-Nya. Beberapa motivasi dibalik musibah itu adalah sebagai berikut : 1. Musibah untuk menguji kualitas keimanan Dalam hal ini musbiah merupakan cara Allah SWT membedakan orang yang jujur dengan orang yang dusta dalam pengakuan imannya. Setiap orang boleh saja mengatakan, "Aku beriman." Setelah diuji oleh Allah SWT. Jika ia bersabar dan teguh, maka ia berarti jujur dalam imannya, dalam arti kualitas keimanannya adalah iman yang benar. Namun, jika ia tidak sabar dan bahkan menyimpang serta berpaling dari agamanya tatkala mendapat ujian, maka ia berarti tengah dusta dalam pengakuannya. Dengan begitu, kualitas imannya palsu.  2. Musibah untuk menghapus dosa - dosa sekaligus meningkatkan kualitas hidup Musibah diturunkan oleh Allah SWT kepada kita sebagai huku...

Masalah hidup itu merupakan ujian dari Allah SWT

Persoalan polemik sehari - hari begitu sulit untuk lepas dari kisah hidup manusia. Ia menghampiri setiap individu tanpa terkecuali dengan pola, kadar, situasi, dan kondisi yang boleh jadi berbeda - beda. Ia tak pernah betul - betul meninggalkan hati dan pikiran. Firman Allah SWT : "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah - buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang sabar." (QS. Al - Baqarah : 155). Inilah persoalan hidup - persoalan hidup yang sudah dijanjikan Allah SWT untuk mengiringi perjalanan hidup manusia. Persoalan hidup selalu ada tanpa mengenal identitas - identitas yang disandang manusia, pun juga tidak memandang aliran agama, aliran politik, suku, budaya, dan sebagainya. Ia bersifat universal dan juga tidak hanya milik kelompok tertentu. Dalam konteks religiusitas, ia juga tidak identik dengan kadar keberimanan seseorang. Masalah dalam hidup itu merupakan janji Allah SW...