Sabar adalah kekuatan yang lahir dari kebesaran hati. kekuatan untuk mampu bertahan atas segala cobaan, atas segala hinaan dan cercaan, serta atas segala musibah dan kesulitan hidup. Sabar adalah keberanian diri untuk belajar menerima apapun yang terjadi dengan lapang. Sebab, tidak akan pernah disebut sabar jika seseorang terus menolak atau menghelak berdiri bersama permasalahan yang tidak menyenangkan dihatinya. Sabar sarat dengan makna menahan lisan untuk tidak berkeluh kesah, menahan hati untuk tidak merasa gundah dan marah, serta menahan anggota badan untuk tidak mengekspresikan kemarahan itu dalam berbagai bentuk yang seakan menandai sebuah proses.
Senyuman dalam konteks ini bukanlah berarti pertanda bahwa mereka sudah frustasi, sehingga merasa tidak ada jalan untuk melanjutkan hidup. Mereka tersenyum bukan juga memandang remeh apa yang mereka alami. Senyuman itu terjadi karena mereka mengetahui bahwa apa yang mereka alami bukan akhir dari sebuah cerita yang sebenarnya. Apa yang mereka alami merupakan bagian dari "jembatan penyeberangan" menuju kehidupan yang sebenarnya., menuju kesejatian. Senyuman mereka dengan wajah ceria dari diri mereka adalah wujud dari tingginya keyakinan bahwa setelah gelapnya malam ada mentari pagi yang menerangi dunia. Dibalik kedalaman laut yang sarat dengan terjangan ombak, ada jutaan mutiara. Mereka yakin dibalik ujian hidup yang mereka jalani ada sekuntum kebahagiaan yang telah menanti. Pikiran - pikiran ini ditambah dengan keyakinan yang kuat kemudian menjadikan mereka pribadi - pribadi yang sabar. Oleh karenanya, atas dasar kesabaran yang mereka tunjukkan saat menghadapi musibah, Allah S...