Pernahkah kita berpikir bahwa musibah itu adalah ladang kebaikan? Pernahkah kita berpikir bahwa musibah adalah arena kita untuk semakin dekat dengan Allah SWT? Pernahkah kita berpikir bahwa musibah adalah pintu kita untuk menghapus kesalahan dan dosa - dosa kita? Pernahkah kita berpikir bahwa ujian dan nusibah adalah kasih sayang Allah SWT dalam bentuk yang lain? Pertanyaan - pertanyaan ini patut untuk menjadi bahan renungan bersama atau menjadi bahan evaluasi diri. Sehingga kita mampu menerjemahkan yang kita alami dengan proses berpikir yang matang.
Sekilas, kita berpikir apa yang menimpa kita memang terasa begitu pahit. Musibah yang kita alami betul - betul sudah merontokkan kita, sudah membuat kita kembali ke nol, dan seakan kita sudah hopeless. Bukankah tidak sedikit orang yang akhirnya putus asa bahkan hingga mencari jalan pintas dengan cara bunuh diri karena tidak kuasa menahan kesedihan dan duka yang datang bertubi- tubi, atau karena sudah merasa tidak ada tempat pelarian lain?
Inilah perasaan yang bergumam dalam diri kita setelah menghadapi sebuah musibah. Akan tetapi jika kita merenung lebih dalam, sesungguhnya kita akan mengetahui bahwa dibalik rasa pahit itu ada rasa manis, dibalik dalamnya lautan yang berbahaya itu ada mutiara - mutiara, atau diseberang gunung tersimpan harta. Boleh jadi dengan musibah itu, cara Allah SWT untuk menyelamatkan dari musibah yang lebih besar, berkat berdo'a dan sedekah yang kita lakukan. Indah sekali rencana Allah SWT, seandainya kita belajar untuk terus merenungkannya.
Ada kalanya kita tidak menginginkan sesuatu terjadi pada kita, tapi sesuatu itu terjadi juga. meski kita berusaha untuk menghindarinya. Maka tidak ada jalan kecuali bersabar dan berserah diri kepada-Nya sembari menanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa apapun yang melanda kita, adalah yang terbaik untuk kita. Memang terasa berat, tapi yakinlah Allah SWT tengah merencanakan sebuah keindahan bila kita bisa melewatinya dengan lapang dada dan ikhlas.

Comments
Post a Comment