Senyuman dalam konteks ini bukanlah berarti pertanda bahwa mereka sudah frustasi, sehingga merasa tidak ada jalan untuk melanjutkan hidup. Mereka tersenyum bukan juga memandang remeh apa yang mereka alami. Senyuman itu terjadi karena mereka mengetahui bahwa apa yang mereka alami bukan akhir dari sebuah cerita yang sebenarnya. Apa yang mereka alami merupakan bagian dari "jembatan penyeberangan" menuju kehidupan yang sebenarnya., menuju kesejatian. Senyuman mereka dengan wajah ceria dari diri mereka adalah wujud dari tingginya keyakinan bahwa setelah gelapnya malam ada mentari pagi yang menerangi dunia. Dibalik kedalaman laut yang sarat dengan terjangan ombak, ada jutaan mutiara. Mereka yakin dibalik ujian hidup yang mereka jalani ada sekuntum kebahagiaan yang telah menanti.
Pikiran - pikiran ini ditambah dengan keyakinan yang kuat kemudian menjadikan mereka pribadi - pribadi yang sabar. Oleh karenanya, atas dasar kesabaran yang mereka tunjukkan saat menghadapi musibah, Allah SWT kemudian memberi ucapan selamat sekaligus kabar gembira bagi mereka, sebagaimana tergambar dalam firman-Nya :
"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang - orang yang mendapat petujnjuk:.(QS. Al-Baqarah 157).
Maka, wahai pribadi - pribadi yang tertimpa musibah, tidak boleh terlalu larut dalam kesedihanmu. Musibah tidak akan merusak dirimu, tetapi ia justru meluruskan jalanmu. Maka, hadapi tanpa terlalu terus memperdalam kecemasan dan gundah gulanamu. Ingatlah, kehidupan di dunia hanya sementara. Kenikmatan didalammnya sangatlah dangkal dan amat sedikit. Ia tidak lebih dari sekadar pintu masuk menuju kehidupan yang kekal, yang mengandung puncak dari segala kenikmatan, alam akhirat. Tataplah setiap cobaan dan musibah itu sebagai lentera yang bisa menerangi jalanmu, bukan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Bersabarlah, karena sesungguhnya tidak ada yang benar - benar hilang dari dirimu. Berbahagialah orang - orang yang bersabar, karena Allah SWT telah menyiapkan untuknya keindahan yang tidak satu matapun pernah menatapnya, yaitu kebahagiaan surgawi.
Firman Allah SWT :
"Selamat atasmu karena kesabaranmu. Maka, alangkah baiknya tempat kesudahan itu."(QS.Ar-Ra'd; 24).

Comments
Post a Comment